Komputer saat ini sudah menjadi barang yang sangat dibutuhkan bagi setiap orang, instansi, perusahaan, sekolah dan lain-lain guna membantu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Namun begitu tidak semua orang yang dapat menggunakan komputer dapat memperbaiki masalah-masalah yang terjadi pada komputer itu sendiri. Ada beberapa masalah yang sering kita temui pada komputer, dan kita sebagai pengguna seharusnya minimal bisa tahu apa itu pengertian Error pada komputer dan jenis-jenis Error pada komputer. Dengan mengetahui Error dan jenis-jenisnya tersebut akan bisa mencegah kerusakan yang lebih parah pada komputer. Pengertian Error pada komputer adalah kekeliruan, ketidaktepatan atau kesalahan yang dapat disebabkan oleh software atau perangkat lunak, hardware atau perangkat keras, dan human error yang berarti kesalahan dikarenakan pengguna.

Jenis-Jenis Error Pada Komputer
Secara garis besar Error pada komputer terbagi kepada tiga macam yaitu, logical error, sintax error dan runtime error.
1. Logical Error Logical Error adalah kesalahan pada komputer yang diakibatkan oleh kesalahan logika pemrograman, sehingga hasil atau output tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Efek dari Logical Error tidak akan menghambat pada proses, namun komputer akan berjalan tidak sebagaimana seharusnya.

2. Sintax Error Sintax Error adalah ketidaktepatan dalam penulisan perintah yang berbentuk tata bahasa yang tidak benar. Apabila kesalahan ini terjadi, proses tidak akan selesai atau proses tidak akan sesuai dengan keinginan selama kesalahan pada penulisan sintax tidak dibenarkan.

3. Runtime Error Runtime Error adalah kesalahan yang terjadi ketika program sedang berjalan. Apabila kesalahan ini terjadi maka aplikasi atau sistem operasi akan otomatis berhenti diproses atau dijalankan.

Untuk mengantisipasi kesalahan-kesalahan semacam diatas maka kita sebagai pengguna disarankan untuk selalu mengupdate sistem operasi atau aplikasi, sehingga apabila terjadi kesalahan pada program akan diperbaharui atau diperbaiki oleh pembuat aplikasi atau sistem operasi tersebut.

Pengertian Crash
Pengertian Crash adalah lstilah untuk menggambarkan sistem komputer yang tiba-tiba berhenti bekerja karena adanya masalah dan harus di-boot ulang. Crash bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu :
Bentrok antara Software dengan Software
Bentrok antara Hardware dengan Hardware
Bentrok antara Software dengan Hardware
Bentrok Antara Software dengan Software

Suatu software bisa mengakibatkan Crash apabila software tersebut bentrok dengan software lain. Contohnya adalah satu anti-virus(A) dengan anti-virus(B) lain. Jadi begini, kan anti-virus itu tugasnya untuk membasmi virus. Apabila suatu komputer terdapat virus, kemudian kedua anti-virus mendeteksinya, maka kedua anti-virus tersebut akan menghapus virus tersebut. Lalu, jika satu anti-virus(A) sudah menghapus virusnya, maka anti-virus(B) akan kebingungan karena virus yang terdeteksi ternyata sudah dihapus. Karena anti-virus(B) tidak menemukan virus tersebut, dia akan terus mencari-cari virus tersebut hingga sistem operasi menjadi kewalahan sehingga mengakibatkanCrash.

Bentrok Antara Software dengan Hardware
Suatu software dengan hardware bisa saja mengakibatkan Crash karena ketidak cocokan diantara mereka. Contohnya adalah suatu driver dengan VGA Card (kartu grafis). Tentunya sebuah VGA Card memerlukan sebuah driver agar VGA Card dapat berfungsi dengan baik. Apabila driver yang di-instal itu tidak cocok dengan VGA Card atau salah instal, maka VGA Card akan gagal bekerja yang kemudian bisa berakibat Error pada BIOS. Lalu, komputer akan mengalamiCrash.

Bentrok Antara Hardware dengan Hardware
Apabila suatu hardware dengan hardware lain tidak cocok, hal ini bisa mengakibatkan Crash pada sistem komputer. Contohnya adalah suatu prosesordengan motherboard. Apabila suatu motherboard hanya boleh dipasang prosesorkhusus server kemudian dipasangkan dengan prosesor khusus desktop, bisa mengalami Crash pada komputer karena ketidak cocokan diantara keduanya.
Kesimpulannya, Pengertian Crash itu adalah kegagalan komputer untuk bekerja yang diakibatkan oleh beberapa faktor.

Pengertian HANG
Pengertian secara umum ‘hang’ adalah no respond, sedangkan dalam bidang komputer hang dimaksudkan suatu sistem/OS yang tidak dapat menanggapi segala perintah yang dimasukkan, tentunya mengarah pada kerusakan komputer.
Pada kondisi hang, komputer tidak dapat merespon segala perintah yang diberikan dari mouse maupun keyboard.

Pengertian ERROR
Sedangkan pengertian error pada komputer tidak sama dengan hang, error disebabkan karena suatu program tidak dapat bekerja dengan optimal atau program yang salah dalam menjalankan suatu perintah (crash).

Pengertian NOT RESPONDING
Not Responding adalah suatu keadaan dimana software yang dugunakan mengalami kegagalan perintah, dan mengakibatkan software tersebut tidak dapat memahami apa yang diperintahkan, dan komputer pun akan memberikan sebuah pertanyaan apakan mau menunggu atau mengakhiri aplikasi ( sofware ) tersebut secara paksa

Pengertian LAG
Lag adalah dimana sebuah komputer mengalami bentrokan antara software yang digunakan terlalu banyak dan sotware tersebut memakan terlalu banyak memory dan mengakibatkan komputer tidak sanggup untuk menjalankan suatu program atau aplikasi terlalu banyak, dan komputer tidak sanggup menjalankan perintah dari program yang memakan memory terlalu besar sehingga komputer tersebut mengalami keterlambatan suatu perintah yang di inginkan.

Pengertian GPU (Graphics Processing Unit)
Di mana GPU tersebut singkatan dari Graphics Processing Unit. Graphics Processing Unit adalah sebuah device yang secara khusus ditugaskan hanya untuk mengolah tampilan graphics.
Pada graphics card add-on, yang dimaksud dengan GPU nya adalah chip graphics-nya yang kita kenal dengan nama GeForce, Radeon, dan lainnya. Sedangkan pada solusi integrated graphics, GPU-nya biasanya tidak berupa chip mandiri, karena sudah diintegrasikan ke dalam chipset motherboard.

Pengertian BUG
Bug adalah kesalahan atau kegagalan dalam program komputer sehingga tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Bug merupakan suatu kesalahan desain pada suatu perangkat keras komputer atau perangkat lunak komputer yang menyebabkan peralatan atau program itu tidak berfungsi semestinya. Bug umumnya lebih umum dalam dunia perangkat lunak dibandingkan dengan perangkat keras.

Pengertian DEFECT
Defect adalah suatu karakteristik yang mengurangi kegunaan atau harga suatu item atau semacam kelemahan, ketidaksempurnaan, atau kekurangan. Software defect merupakan segala cacat atau ketidaksempurnaan di dalam produk software (program komputer, perencanaan, dokumentasi terkait, atau data) atau proses software (aktivitas, metode dan transformasi yang digunakan untuk mengembangkan dan mengelola produk software). Software defect merupakan perwujudan dari kesalahan manusia (produsen software). Biar bagaimanapun tidak semua kesalahan manusia merupakan defect, dan tidak semua defect merupakan hasil kesalahan manusia. Ketika ditemukan di dalam executable code, sebuah defect lebih sering disebut fault atau bug. Sebuah fault adalah langkah program, proses, atau data yang salah di dalam program komputer. Fault merupakan defect yang menetap di dalam software sampai software tersebut dieksekusi.

Istilah lain yang berhubungan dengan software defect adalah software problem. Software problem adalah sesuatu yang ditemui manusia dari software yang menyebabkan kesulitan, keraguan, atau ketidaktentuan dalam penggunaan atau pemeriksaan software. Dalam lingkungan dinamik (operasional), beberapa problem/masalah mungkin disebabkan oleh failure. Suatu software failure terjadi selama eksekusi program. Sebuah failure disebabkan oleh fault, yang mana defect ditemukan dalam executable code. Dalam lingkungan statis (non-operasional), seperti inspeksi kode, suatu problem mungkin disebabkan oleh defect. Diantara lingkungan dinamik dan statis, problem mungkin disebabkan oleh kesalahpahaman, kesalahan penggunaaan atau sejumlah faktor lain yang tidak berhubungan dengan produk software yang sedang digunakan.

Attempted Write To Readonly Memory (stop code 0X000000BE)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Dan cari driver yang sesuai dengan Operating System-nya.

Bad Pool Caller (stop code 0X000000C2)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Selain itu error ini juga dapat disebabkan oleh hardware yang rusak/cacat. Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

Data Bus Error (stop code 0X0000002E)
Masalah ini biasanya disebabkan karena ada kerusakan/cacat pada hardware, biasanya adalah memory. Selain cacat pada memory bisa juga karena kerusakan motherboard, harddisk, ganti hardwarenya…

Driver IRQL Not Less Or Equal (stop code 0X000000D1)
Disebabkan drivers mengakses hardware address yang tidak sesuai. Bisa juga disebabkan karena masalah seperti pada “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di atas.

Driver Power State Failure (stop code 0X0000009F)
Disebabkan tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan “hibernasi”. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Atau coba men-disable “Windows’ support for power management”.

Driver Unloaded Without Cancelling Pending Operations (stop code 0X000000CE)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di atas.

Driver Used Excessive Ptes (stop code 0X000000D)
Lihat pada masalah “No More System PTEs,” di bawah.

Hardware Interrupt Storm (stop code 0X000000F2)
Masalah timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI controller) gagal untuk “melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul karena adanya dua perangkat menggunakan IRQ yang sama.

Inaccessible Boot Device (stop code 0X0000007B)
Biasanya masalah ini timbul pada saat startup Windows apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition. Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang cacat (corrupted). Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan file boot.ini (ketika dua Operating System terinstall) coba cek settingan booting pada BIOS. Apabila masalah ini munculketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

Kernel Data Inpage Error (stop code 0X0000007A)
Masalah timbul pada virtual memory, biasanya karena windows tidak dapat membaca atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara lain bad sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.

Kernel Stack Inpage Error (stop code 0X00000077)
Penyebab mirip dengan masalah “Kernel Data Inpage Error,” di atas.

Kmode Exception Not Handled (stop code 0X0000001E)
Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.

No More System PTEs (stop code 0X0000003F)
Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries (PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul ketika anda menggunakan beberapa monitor sekaligus.
Apabila error tersebut sering muncul, coba untuk menambah alokasi untuk PTEs pada Windows dengan cara sebagai berikut:

Buka Registry Editor.
Lihat pada: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Contro l\Session Manager\Memory Management
Double-click pada PagedPoolSize , masukkan value-nya 0 , klik OK.
Kemudian double-click pada SystemPages. Jika menggunakan beberapa monitor sekaligus masukkan valuenya 36000. Selain itu masukkan valuenya 40000 jika RAM sebesar 128MB atau kurang. Jika RAM 128MB atau lebih masukkan valuenya 110000.
Setelah selesai, klik OK, tutup Registry Editor dan restart komputernya. when you’re done. The change will take effect when you restart Windows.

NTFS File System (stop code 0X00000024)
Error disebabkan adanya masalah yang dilaporkan oleh Ntfs.sys (driver yang berfungsi untuk membaca dan menulis NTFS). Jika masih menggunakan file system FAT 32, error message yang timbul akan mirip (stop code 0X00000023). Masalah ini bisa diatasi dengan mengganti hardisk anda.

Page Fault In Nonpaged Area (stop code 0X00000050)
Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas.

Status Image Checksum Mismatch (stop code 0Xc0000221)
Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang corrupted.

Solusi 1 : Anda dapat menggunakan Driver Rollback atau System Restore dari safe mode, untuk mengembalikan driver sebelumnya. Anda juga dapat menggunakan Windows XP Professional pemulihan fitur seperti Konfigurasi Baik Terakhir yang Diketahui pilihan startup, Cadangan, atau Automated System Recovery untuk mengembalikan konfigurasi bekerja sebelumnya. Setelah mengembalikan dari media backup, anda mungkin perlu mengajukan permohonan kembali service pack atau hotfix, tergantung pada saat backup dilakukan.

Solusi 2 : Jika pesan Stop nama file tertentu, cobalah menggantinya secara manual dengan salinan dari Windows XP Professional sistem operasi CD dengan mode aman atau Recovery Console. Untuk sistem yang menggunakan FAT16 atau sistem file FAT32, Anda memiliki pilihan untuk menggunakan Windows 98 atau Windows Millennium Edition Emergency Boot Disk untuk mengakses hard disk.
Jika file asli dari CD sistem operasi memiliki nama file yang berakhir dengan tanda garis bawah (_) karakter, Anda tidak dapat menggunakan file sampai terkompresi. Konsol Pemulihan’s Salin perintah ini sangat ideal untuk menyalin file terkompresi karena mendeteksi dan memperluas mereka. Jika Anda tidak menentukan nama file tujuan, Anda harus mengubah nama file diperluas dengan ekstensi yang benar sebelum menggunakannya. Dari safe mode atau Recovery Console, Anda dapat menggunakan perintah Expand uncompress dan menyalin file ke lokasi tujuan. Dalam Recovery Console, file yang diperluas diberi nama yang benar setelah disalin ke lokasi tujuan. Untuk informasi lebih lanjut tentang Expand Menyalin atau perintah, lihat Windows XP Help and Support Centre.

Status System Process Terminated (stop code 0Xc000021A)
Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.

Unexpected Kernel Mode Trap (stop code 0X0000007F)
Umumnya error ini disebabkan karena memory yang cacat, kerusakan motherboard atau temperatur prossesor yang tinggi (biasanya terjadi karena overclocking).

Unmountable Boot Volume (stop code 0X000000ED)
Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device,”

Access denied
Pesan error ini muncul jika user tidak memiliki privilage atau akses terhadap file yang akan dibukanya, atau file tersebut terkunci oleh suatu program atau user. Jika file ini hanya bisa dibuka oleh computer administrator, maka log in kedalam komputer sebagai computer administrator.

File not found
Biasanya pesan ini keluar jika file yang akan kita buka rusak, sudah dipindah, terhapus atau mengalami error yang disebabkan oleh bug. File tersebut juga bisa saja memang tidak ada atau saat mencari file tersebut user salah mengetik namanya.

Low Disk Space
Pesan ini akan muncul jika salah satu drive di komputer anda mulai penuh. Agar pesan tidak keluar lagi, coba hapus program-program yang tidak digunakan lagi atau anda juga bisa memindahkan sebagian file yang kurang penting ke dalam media penyimpanan lain seperti Hardisk External atau keping DVD.

(491)