Kegunaan Barcode dan Jenis-Jenis Barcode

Barcode yang dikenal orang umumnya tercetak pada kemasan produk suatu barang. Atau kita sering melihatnya ketika petugas kasir minimarket menscan kode-kode berbentuk garis saat kita selesai berbelanja.

magnapam_nusantara_50

Pengertian barcode
Barcode merupakan sejenis kode yang mewakili data atau informasi tertentu (biasanya jenis dan harga barang seperti makanan dan buku).
Kode berbentuk batangan balok dan berwarna hitam putih ini, mengandungi satu kumpulan kombinasi batang yang berlainan ukuran yang disusun sedemikian rupa.
Kode ini dicetak di atas stiker atau di kotak bungkusan barang. Kode tersebut akan dibaca oleh alat pengimbas (Barcode reader) yang akan menterjemahkan kode ini kepada data/informasi yang mempunyai arti.
Di supermarket, barcode reader ini biasanya digunakan oleh kasir dalam pencatatan transaksi oleh customer.
Tidak ada satu standard dari kode batang ini, malahan terdapat bermacam-macam standard yang digunakan untuk berbagai keperluan, industri, maupun berdasarkan tempat digunakannya.

Sejarah barcode
Barcode pertama kali diperkenalkan oleh dua orang mahasiswa Drexel Institute of Technology Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland di tahun 1948. Mereka mempatenkan inovasi tersebut pada tahun 1949 dan permohonan tersebut dikabulkan pada tahun 1952. Tapi baru pada tahun 1996, penemuan mereka digunakan dalam dunia komersial. Pada kenyataannya penggunaannya tidak begitu sukses hingga pasca 1980an.

Jenis-jenis barcode
1. Barcode satu dimensi (linear barcodes)
Dari banyak jenis barcode yang berbeda-beda, hanya 6 yang umum digunakan antara lain: EAN, UPC, Interleaved 2 of 5 (ITF), Code 39, Codabar, dan Code 128.

EAN
EAN adalah singkatan dari European Article Number. Ada dua tipe utama barcode EAN: EAN 13 yang menampilkan angka tiga belas digit dan EAN 8 yang mengkodekan delapan digit. Dalam system ini digunakan kata digit dan bukan karakter. Tidak ada karakter Alphabet yang diperkenankan dalam kode ini.

EAN-13
Kode EAN-13 membagi kelompok dalam empat bagian, tiga angka untuk kelompok pertama, 4 angka untuk kelompok kedua, dan 5 angka untuk kelompok ketiga serta satu angka untuk kelompok keempat.
Tiga digit pertama mewakili Negara dimana barcode dikeluarkan, masing-masing Negara berbeda angka (nomor kodenya). Nomor 899 diberikan untuk Indonesia. Tidak ada Negara lain di dunia yang akan memakai angka 899 kecuali Indonesia, angka ini biasanya dikenal sebagai FLAG sehingga tidak mungkin ada nomor yang dikeluarkan di dua Negara terpisah dengan nomor yang sama. Hal ini diatur oleh EAN International. Keempat digit kode berikutnya adalah untuk perusahaan pengguna (manufactur number). Jika perusahaan disebut “ABC” diterbitkan dengan nomor perusahaan “5522”, semua hal yang ditandainya harus mempunyai barcode yang dimulai dengan tujuh angka “8995522”. Karena tidak ada perusahaan Indonesia lainnya yang akan diterbitkan dengan nomor “5522”, maka hal ini tidak akan ada angka duplikasi. Susunan lima digit berikutnya mewakili kode produk dan dialokasikan oleh perusahaan untuk produk-produk unik. Perusahaan harus secara mutlak memastikan bahwa mereka tidak pernah menerbitkan nomor yang sama dua kali. Jika produk diganti dengan cara apapun juga, sekecil apapun jumlahnya (sekalipun sedikit mengganti kemasan dengan menambahkan kata ekstra “NEW FORMULA”), nomor lima digit barus harus dialokasikan.

Dalam rencana produk pertama “ABC”, dengan nomor barcode “00001”, maka akan mempunyai nomor barcode “899552200001”. Untuk melengkapi kode EAN 13 (13 digit), sebuah CHECK DIGIT tercantum pada angka terakhir sesudah 12 digit terpasang. Check digit disusun secara aritmatik dari dua belas digit pertama. Sebuah perangkat lunak desain (barcode) secara otomatis akan dapat menghasilkan (menghitung) check digit ini. Check digit digunakan oleh barcode reader (alat baca barcode) untuk memastikan agar dibaca secara akurat. Reader (alat baca) barcode akan membaca keseluruh tiga belas digit dari kanan ke kiri (sebaliknya), menyusun dari keduabelas pertama angka berapa yang seharusnya menjadi digit ketigabelas dan jika hitungan ini benar, maka reader akan menganggap bahwa keseluruhan kode telah dibaca dengan benar.

EAN-8
Barcode EAN 8 dibuat dengan cara serupa dengan EAN 13. Ketiga digit pertama merupakan Flag, yang diikuti oleh empat digit Pengenal Singkat (Short Identifier) berikutnya. Pengenal ini terdiri dari dua digit nomor perusahaan dan dua angka lainnya untuk produk yang unik. Digit terakhir juga merupakan check digit.

UPC (Universal Product Code)
UPC diciptakan oleh Amerika Serikat yang mewakili Kode Produk Universal (Universal Product Code) dan setara dengan European Article Number, EAN. Kode-kode UPC mudah dilihat mata yang tak terlatih yang hamper tepat sama dengan kode-kode EAN, tetapi hanya akan mengkodekan dua belas digit (UPC-A) dan delapan digit (UPC-E)

INTERLEAVED 2 OF 5
Tipe barcode lainnya adalah yang dikenal dengan nama Interleaved 2 of 5 atau ITF, seperti EAN, maka kode ini merupakan simbologi yang hanya terdiri dari angka-angka tetapi panjangnya dapat berubah-ubah. Satu-satunya factor pembatas untuk panjang kode ITF adalah kemampuan alat baca yang akan digunakan untuk membaca kode tersebut dan juga bahwa ITF harus memiliki jumlah digit genap. ITF digunakan untuk aplikasi industri dimana kode angka saja sudah mencukupi dan juga digunakan dalam lingkungan penjualan eceran untuk menandai BUNGKUS LUAR. ITF juga digunakan oleh pedagang eceran perhiasan, sepatu, garmen/pakaian dll, karena karakter panjangnya yang dapat diubah-ubah.

CODE 39
Code 39 yang juga dikenal sebagai code 3 of 9, merupakan kode pertama berupa Alpha Numeric (huruf dan angka). Kode tersebut dapat membaca seluruh huruf besar abjad dan karakter angka serta karakter tambahan seperti -$ / + % * dan spasi. Huruf kecil tidak dapat dikodekan. Code 39 juga dimulai dan diakhiri dengan tanda bintang (*) yang dikenal sebagai kartakter start/stop dan hanya boleh digunakan pada awal dan akhir kode.

CODABAR
Barcode lain yang umumnya digunakan adalah simbologi CODABAR, seperti Code 39 tetapi hanya angka-angka dan $ – / + saja yang dapat dikodekan. Karakter alpha tidak dapat dikodekan. Codabar juga menggunakan karakter start/stop, yaitu A, B, C dan D dan dapat digunakan sembarang kombinasi: satu untuk memulai kode dan satu untuk mengakhirinya. Dewasa ini simbologi ini sudah jarang digunakan.

CODE 128
Code 128 merupakan symbol barcode yang namanya mendefinisikan kemampuannya untuk mengkodekan seluruh karakter ASCII 128. Simbol ini juga terkenal karena kemampuannya mengkodekan karakter-karakter tersebut dengan menggunakan unsure kode per-karakter yang lebih sedikit sehingga menghasilkan kode yang lebih padat. Kode ini memiliki ciri khusus berupa karakter start dan stop yang unik untuk pengkodean dua arah dan panjangnya dapat diubah-ubah, baik paritas karakter bar maupun spasinya dan sebuah cek character untuk integritas symbol.

2. Barcode dua dimensi
Adalah barcode yang dikembangkan lebih dari sepuluh tahun lalu, tetapi baru sekarang ini mulai semakin populer. Barcode dua dimensi ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan linear bar codes (barcode satu dimensi) yaitu, dengan menggunakan barcode dua dimensi, informasi atau data yang besar dapat disimpan di dalam suatu ruang (space) yang lebih kecil. Contoh barcode dua dimensi adalah “symbology PDF417” yang dapat menyimpan lebih dari 2000 karakter di dalam sebuah ruang (space) yang berukuran 4 inch persegi (in2).

barcode 2d

Cara kerja barcode
Barcode merupakan instrumen yang bekerja berdasarkan asas kerja digital. Pada konsep digital, hanya ada 2 sinyal data yang dikenal dan bersifat boolean, yaitu 0 atau 1. Ada arus listrik atau tidak ada (dengan besaran tegangan tertentu, misalnya 5 volt dan 0 volt). Barcode menerapkannya pada batang-batang baris yang terdiri dari warna hitam dan putih. Warna hitam mewakili bilangan 0 dan warna putih mewakili bilangan 1. Mengapa demikian? Karena warna hitam akan menyerap cahaya yang dipancarkan oleh alat pembaca barcode, sedangkan warna putih akan memantulkan balik cahaya tersebut. Selanjutnya, masing-masing batang pada barcode memiliki ketebalan yang berbeda. Ketebalan inilah yang akan diterjemahkan pada suatu nilai. Demikian, karena ketebalan batang barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca yang dipancarkan oleh alat pembaca. Dan sebab itu, batang-batang barcode harus dibuat demikian sehingga memiliki kontras yang tinggi terhadap bagian celah antara (yang menentukan cahaya). Sisi-sisi batang barcode harus tegas dan lurus, serta tidak ada lubang atau noda titik ditengah permukaannya. Sementara itu, ukuran titik sinar pembaca juga tidak boleh melebihi celah antara batang barcode. Saat ini, ukuran titik sinar yang umum digunakan adalah 4 kali titik yang dihasilkan printer pada resolusi 300dpi. Saat ini terdapat beberapa jenis instrumen pembaca barcode, yaitu: pena, laser, serta kamera. Pembaca berbentuk pena memiliki pemancar cahaya dan dioda foto yang diletakkan bersebelahan pada ujung pena. Pena disentuhkan dan digerakkan melintasi deretan batang barcode. Dioda foto akan menerima intensitas cahaya yang dipantulkan dan mengubahnya menjadi sinyal listrik, lalu diterjemahkan dengan sistem yang mirip dengan morse. Pembaca dengan pemancar sinar laser tidak perlu digesekkan pada permukaan barcode, tapi dapat dilakukan dari jarak yang relatif lebih jauh. Selain itu, pembaca jenis ini memiliki cermin-cermin pemantul sehingga sudut pembacaan lebih fleksible. Pembaca barcode dengan sistem kamera menggunaka sensor CCD (charge coupled device) untuk merekam foto barcode, baru kemudian membaca dan menterjemahkannya kedalam sinyal elektronik digital. Bagaimana koneksi alat pembaca barcode dengan komputer? Ada 2 macam koneksi, yaitu sistem keyboard wedge dan sistem outpu RS232. Sistem ini menterjemahkan hasil pembacaan barcode sebagai masukan (input) dari keyboard. Biasanya menggunakan port serial pada komputer. Kita memerlukan software pengantara, umumnya disebut software wedge yang akan mengalamatkan bacaan dari barcode ke software pengolah data barcode tersebut.

Membaca barcode
Barcode UPC yang terdiri dari 13 angka yang tersusun dari tiga angka pertama merupakan kode negara, empat angka berikutnya merupakan kode manufaktur produk tersebut diproduksi, lima angka berikutnya merupakan kode produk yang akan dipublish, 1 angka terakhir merupakan check digit. Check digit ini merupakan suatu “ old-programmer’s trick” untuk mengvalidasikan digit-digit lainnya (number system character, manufacturer code, product code) yang dibaca secara teliti.

Manfaat
Ada banyak manfaat dari barcode ini antara lain:
Pengumpulan Data yang cepat dan dapat diandalkan. Pemasukan data lebih cepat terlaksana; 10,000 kali lebih akurat. Mengurangi Biaya: Biaya tenaga kerja; Mengurangi kerugian pendapatan akibat kesalahan pengumpulan data lapangan. Memudahkan dalam mengatur level persediaan. Meningkatkan kerja manajemen. Pengambilan keputusan lebih baik; Akses cepat kepada informasi yang dibutuhkan.

Merk alat-alat yang digunakan untuk membaca dan mencetak Barcode.
Barcode Scanner: Datalogic, DENSO, CASIO, SYMBOL, UNITECH, INTERMEC, MOTOROLA dan lain-lain.
Barcode Printer: SATO, ZEBRA, MONARCH, TEC, PRINTRONIX, dan Lain-Lain.

slide_2

Aplikasi POSPAM versi DESKTOP
Harga untuk sebuah alat barcode scanner sangatlah berfariasi, tergantung merk dan kekuatan device-nya. Akan tetapi di era modern yang serba komputer ini bukan dari perangkat mana yang terbaik dan di lihat dari harganya saja. Namun kita juga harus mengerti aplikasi/program ataupun software yang tertanam di dalamnya. Barcode Scanner merupakan sebuah aplikasi khusus pen-scan barcode untuk komputer, cara kerjanya menggunakan kamera pada perangkat anda untuk membaca barcode dari segala jenis barcode. Setelah memindai barcode yang anda temukan di produk atau didepan toko misalnya, anda dapat menemukan harga dan ulasan tentang itu. Atau saat memindai barcode baru dua dimensi, seperti QR Codes, anda dapat mengakses informasi kontak, bookmark, link situs web dan yang lainnya lebih banyak lagi.
Salah satu aplikasi barcode yang cukup terkenal dan berkualitas bagus di negeri ini adalah program kasir POSPAM. Software akuntansi untuk mengelola komputer kasir yang satu ini di dukung oleh teknikal support yang sangat handal dan siap membantu anda.

Aplikasi POSPAM versi Web Based
Point of sales berbasis website. Sesuai dengan dengan namanya maka sistem Web Based Pos ini bisa anda akses dimanapun dan kapanpun. Seperti website pada umumnya, database diupload ke database server yang digunakan dan semua sistemnya adalah online. Tentu saja jika anda menginginkan laporan dalam bentuk hard copy akan tetap bisa. Karena biasanya database bisa diekspor dalam bentuk excel dan bisa anda cetak. Point of sale web based atau software toko berbasis web tentunya berbeda dengan software toko desktop yang biasa digunakan pada komputer kasir anda. Salah satu yang mendukung multi payment adalah software kasir ini. POSPAM adalah aplikasi komputer kasir yang dibuat khusus untuk usaha Toko, Minimarket/swalayan, Retail. Mempermudah Penjualan Kasir, mencetak Nota dan mengontrol keluar-masuk stok Gudang, Penjualan khusus untuk kasir. Aplikasi ini merupakan program toko, software toko yaitu seperangkat alat kasir/mesin kasir yang sangat membantu.

Kelebihan
+ Mudah, layout simple
+ Menu berbahasa indonesia, layout form intuitiv dan mudah dimengerti bahkan oleh orang yang awam komputer sekalipun.
+ Huruf besar-besar, sekaligus untuk customer display
+ Form transaksi penjualan kasir (Point of Sales) sengaja dibuat dengan Font size BESAR agar lebih mudah dibaca oleh kasir dan customer pembeli (bisa sekaligus sebagai customer display)
+ Full Keyboard cocok untuk input volume transaksi tinggi
Untuk mendukung jumlah transaksi penjualan kasir pada retail swalayan yang volumenya tinggi, sengaja form transaksi P.o.S bisa di input FULL KEYBOARD alias tanpa mouse (optional). Sehingga mempercepat pelayanan penjualan bagi customer.
+ Support Barcode reader, POS Printer kasir, Cash drawer
+ Mendukung berbagai macam merk & model Barcode reader laser maupun CCD. Support printer Epson LX-300 maupun POS mini printer: Epson, Samsung, Star, dll. Bisa di koneksikan dengan cash drawer (laci kasir) yang bisa otomatis membuka ketika selesai transaksi.
+ Struk Nota bisa di desain sendiri,
Desain struk nota kasir anda bisa di desain sendiri, anda bisa menambahkan dan mengurangi informasi yang tampil seperti Nama Toko, alamat, npwp, telp, nama kasir, pajak, total, discount, maupun ucapan seasonal dan tips yang bisa ditambahkan sendiri dibawah struk (misalnya).

Fitur
Pembelian
Hutang (Account Payable)
Stok / Inventory
Kas/Bank
Point of Sales (Penjualan kasir)
Multi Gudang
Multi Satuan (* ada default satuan untuk penjualan agar aman)
Stuk Nota bisa di desain sendiri
Support Dot Matrix Printer: LX-300+II (Paralel LPT, USB, Serial), POS mini Printer TM-220
Support Cash Drawer
Support Barcode Reader
Bisa Cetak Barcode Sendiri untuk item yang tidak ada barcodenya
Jalan di Windows, Linux, Macintosh

Keuntungan dan kerugian penggantian barcode dengan RFID
Di Indonesia teknologi RFID masih belum digunakan oleh para retailer-retailer mereka masih menggunakan barcode. Tetapi seiring waktu penggunaan barcode kurang efisien dikarenakan untuk menscannya dibutuhkan waktu dikarenakan harus dibaca oleh barcode scaner terlebih dahulu selain itu juga informasi yang terdapat di barcode hanya berupa produk itu sendiri tanpa ada informasi-informasi lain.
Oleh sebab itu kedepan retailer-retailer akan menerapkan penggunaan RFID dikarenakan sangat cepat, efektif ,dan efisien. Mari kita lihat kelebihan dan kekurangan dalam penerapan RFID ini.

Kelebihan :
+ Membantu para retailer dalam melakukan efisiensi dari sisi stock karena dapat terhubung langsung secara real time dengan supplier sehingga stock di gudang tidak perlu terlalu banyak
+ jika menggunakan barcode maka hanya dapat mengetahui jenis produknya saja, dengan menggunakan RFID dapat menyimpan secara otomatis tidak hanya jenis produknya saja tetapi juga dapat disimpan data tentang siapa produsen produk tersebut, kapan pertama produk tersebut diproduksi, sudah berapa lama, berasal dari mana dan lain sebagainya
+ RFID dapat mengetahui produk-produk yang dimasukkan dalam keranjang belanja pelanggan dengan sekejap, sehingga total harga dapat diketahui dan ketika mendekati kasir hanya tinggal membayar, sedemikian cepatnya terlebih lagi jika pelanggan difasilitasi pembayaran dengan menggunakan kartu pembayaran RFID.
+ Untuk keamanan pihak retailer penggunaan RFID dapat mengetahui barang-barang yang dicuri yang tidak diletakkan di keranjang belanja, jadi penggunaan RFID ini sangat efisien
+ Untuk penyediaan barang, dengan RFID pihak retailer dapat mengawasi pengiriman barang secara real time sehingga sangat berguna dalam memantau stok yang akan diterimanya dari supplier maupun barang yang dikirimkannya ke pelanggan.

Kekurangan
- Mungkin untuk saat ini teknologi RFID masih cukup mahal dikarenakan masih merupakan teknologi baru untuk di terapkan di pasar retailer dan komponen RFID hanya di kuasai oleh beberapa produsen saja
– Jika terdapat terdapat chip dari radio frekuensi lain dari peralatan lain maka dapat menganggu kinerja dari RFID itu sendiri
- Dengan penggunakan RFID maka kerahasiaan dan privasi seseorang menjadi berkurang dikarenakan orang-orang dapat membaca apa yang kita beli dengan RFID reader selain itu juga mungkin dapat membaca kartu kredit kita yang memiliki RFID atau barang-barang lain.
- Hanya menunggu waktu dikarenakan masih mahalnya harga untuk mengimplementasikan RFID

(724)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.