Manajemen Informasi

organisasi magnapam

TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN
• Pengambilan keputusan (decision making) adalah tindakan manajemen di dalam pemilihan altematif untuk mencapai sasaran.
• Keputusan yang dilakukan oleh manajer tingkat bawah sifatnya adalah rutin dan berulang-ulang yang disebut dengan istilah terprogram (programmed) atau keputusan terstruktur (structured decision).

• Terprogram bukan berarti keputusan yang dibuat oleh komputer melalui suatu program
komputer, tetapi berupa suatu kumpulan prosedur yang dilakukan berulang-ulang.
• Keputusan pada tingkat yang lebih tinggi sifatnya adalah lebih tidak terprogram atau lebih tidak terstruktur.

Klasifikasi Keputusan oleh Manajemen
• Keputusan terprogram (programmed decision) atau keputusan terstruktur (structured decision).
• Keputusan setengah terprogram (semi programmed decision) atau keputusan setengah terstruktur (semi-structured decision).
• Keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decision) atau keputusan tidak terstruktur (unstructured decision).

Keputusan Tidak Terstruktur
• Keputusan tidak terstruktur (unstructured decision)
adalah keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi.
• Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar
• Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting di dalam pengambilan keputusan tidak terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaari lain adalah contoh keputusan tidak terstruktur
yang jarang terjadi.

Keputusan Setengah Terstruktur
• Keputusan setengah terstruktur (semi-structured decision)
adalah keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak tersruktur.
• Keputusan tipe ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan serta analisis yang terperinci.
• Contoh dari keputusan tipe ini misalnya adalah keputusan membeli sistem komputer yang iebih canggih. Contoh yang lainnya misalnya adalah keputusan alokasi dana promosi.

Keputusan Terstruktur
• Keputusan terstruktur (structured decision)
adalah keputusan yang berulang-ulang dan rutin, sehingga dapat diprogram.
• Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manajemen tingkat bawah.
• Contoh dari keputusan, tipe ini misalnya adalah keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang dan lain sebagainya

Manajemen, Konsep, Pihak yang terkait serta Tahapan yang membangun di dalam Sistem Informasi
A.Manajemen Informasi
Manajemen informasi adalah pengelolaan data di mana di dalamnya mencakup proses mencari, menyusun, mengklasifikasikan, serta menyajikan berbagai data yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan sehingga dapat dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.
Manajemen informasi sistem umumnya digunakan di sekolah-sekolah bisnis merujuk untuk mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi mengevaluasi, merancang, melaksanakan, mengelola dan memanfaatkan sistem untuk menghasilkan informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengambilan keputusan, termasuk sistem yang disebut sistem dukungan pengambilan keputusan, ahli sistem, dan sistem informasi eksekutif.
Informasi Manajemen adalah koleksi dan manajemen informasi dari satu atau lebih sumber dan distribusi informasi tersebut kepada khalayak satu atau lebih. Hal ini terkadang melibatkan orang-orang yang memiliki saham di, atau hak untuk informasi tersebut. Manajemen berarti organisasi dan kontrol atas perencanaan, struktur dan organisasi, mengendalikan, pengolahan, evaluasi dan pelaporan informasi kegiatan untuk memenuhi tujuan klien dan mengaktifkan fungsi perusahaan dalam penyampaian informasi.
Informasi (termasuk data) adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer, selain Manusia, Material, Mesin dan Uang. Sumber daya manusia, material, mesin dan uang digunakan istilah sumber daya fisik sedangkan Informasi dan data dengan istilah sumber daya konseptual. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain. Semakin besar skala operasi perusahaan, manajer semakin mengandalkan informasi dan sangat mungkin menganggap informasi sebagai sumber daya mereka yang paling berharga.
Informasi juga merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. jadi, Informasi akan membuka segala sesuatu yang belum diketahui.

B.Konsep Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (ISM) adalah aplikasi teknologi informasi untuk mendukung fungsi utama dan kegiatan bisnis swasta atau lembaga pendidikan sektor publik. Di masa lalu, organisasi mengakui pentingnya pengelolaan sumber daya seperti tenaga kerja, modal, dan bahan baku. Hari ini, itu secara luas diterima mengelola sumber informasi sangat sering sama pentingnya. ISM mendukung proses pengumpulan, manipulasi, Penyimpanan, distribusi dan pemanfaatan sumber daya informasi organisasi.
Sebagian besar sistem informasi dikembangkan untuk dan digunakan oleh orang-orang di bidang fungsional (misalnya, manufaktur, sumber daya manusia, akuntansi, keuangan dan pemasaran). Untuk mengembangkan sistem informasi yang menangani kebutuhan organisasi, SIM profesional harus memiliki perpaduan padat bisnis dan pengetahuan teknis. Mereka harus memahami struktur organisasi, tujuan, operasi (termasuk proses dan aliran data antara proses) dan implikasi keuangan yang terkait dengan faktor-faktor ini. Hanya dengan memahami faktor-faktor ini, sistem informasi manajemen profesional yang berkomunikasi secara efektif dapat memudahkan pengguna dan kemudian merancang sistem yang mendukung kebutuhan mereka.
Manajer dan profesional harus tetap up-to-date dengan informasi teknologi yang berkembang dan memiliki dasar keterampilan teknis untuk memilih teknologi tepat guna dan menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Dengan demikian, orang-orang SIM harus fasih di dalam topik-topik seperti alat-alat pengembangan sistem dan teknik, informasi arsitektur, konfigurasi jaringan, database, dan integrasi sistem.

C.Pihak Yang Terkait dengan Sistem Informasi Manajemen
Kelompok pengembang sistem informasi didalam kelompok pengembang ini terdapat 6 posisi dalam kelompok pengembang yaitu:
Programmers. programmers tugasnya menulis kode program atau merealisasikan desain sistem.
Systems analysts. Berugas untuk menemukan masalah dan memberikan solusi, dan membuat desain sistem yang memenuhi requirement.
Business analyst. Bertugas untuk mengerti proses bisnis organisasi dan kebutuhannya dan bekerja sama dengan systems analysts. Proses bisnis yang sudah dimengerti kemudian diberikan ke systems analysts agar dapat dibuat desain sistem yang sesuai dengan requirement.
Project managers. Bertugas untuk mengatur budget dan jadwal, melakukan risk analysis, dan memastikan proyek bisa selesai tepat waktu.
Senior IT management. Bertanggung jawab dan me-manage IT di dalam organisasi.
Chief information officer (CIO). bertanggung jawab terhadap IT, IS (Information System), dan strategi informasi dan menyelaraskannya dengan proses bisnis secara keseluruhan.

Yang ke dua, yaitu kelompok di organisasi. Ada empat posisi yang terlibat, yaitu:
End-users. Orang-orang pada posisi ini berada pada level operasional dalam sebuah organisasi, sehingga mereka menggunakan sistem untuk menjalankan operasional organisasi.
Business users. Orang-orang yang berada pada posisi ini ada kemungkinan menggunkan sistem tapi juga ada kemungkinan untuk tidak menggunakan sistem, mereka hanya membutuhkan hasil dari sistem sebagai pendukung dalam pencapaian tujuan organisasi.
Business management. Bertanggung jawab terhadap fungsi bisnis dan juga mengatur strategi penggunaan IT.
Business strategy management. Bertanggung jawab terhadap stretegi organisasi secara keseluruhan dan memastikan bahwa sistem informasi dapat mendukung strategi organisasi.

Yang ke tiga, yaitu kelompok yang berada diluar organisasi. Ada lima posisi dalam kelompok ini yaitu:
Customers atau potential customers. Mereka adalah orang-orang yang menggunakan sistem untuk membeli, menggunakan jasa, atau mencari informasi mengenai produk yang ditawarkan suatu organisasi. Umumnya mereka bukan karyawan dari organisasi tersebut. Berbeda dengan orang-orang yang berada pada kelompok kedua (orang-orang yang berada dalam organisasi), orang-orang yang berada pada kelompok terkadang tidak dilibatkan dalam mendesain dan mengembangkan sebuah sistem.
Information users. Merupakan orang-orang yang mungkin menggunakan sistem namun bukan customers. Contohnya orang yang mengunjungi web pemerintah untuk melihat informasi mengenai regulasi dalam mendirikan bangunan. Orang-orang yang berada pada posisi ini juga kadang tidak dilibatkan dalam proses pengembangan sistem.
Trusted external users. Orang-orang yang ada di posisi ini mempunyai hubungan dengan organisasi dan mempunyai pengaruh terhadap sistem, oleh karena itu mereka juga dipertimbangkan dalam pengembangan sistem informasi. Suppliers termasuk pada posisi ini.
Shareholders, other owners atau sponsors. Orang-orang yang berinvestasi di organisasi dan mempunyai ketertarikan finansial.
Society atau masyarakat yang mungkin terpengaruh oleh sistem tanpa harus menjadi customers pada umumnya.

D. Tahapan Membangun Sistem Informasi Manajemen
Menganalisis prosedur bisnis dan membuat peta visual dari semua sistem bisnis. Melakukan wawancara dengan manajer bisnis dan karyawan untuk memahami bagaimana informasi yang dikumpulkan, diproses dan digunakan. Menganalisis produk output dan kemudian melacak kembali melalui semua langkah-langkah yang digunakan untuk membuat produk dan jasa. Tujuannya adalah untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang bisnis secara keseluruhan dan sistem yang ada.
Menentukan semua data yang harus ditangkap di sistem informasi manajemen. Termasuk semua data yang secara manual memasukkan, data yang diimpor dari sumber eksternal, seperti distributor, dan informasi yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Meninjau semua pelaporan yang ada untuk menetapkan bagaimana data dikumpulkan dan disebarkan. Untuk setiap titik data, melihat jenis informasi yang dikumpulkan dan persyaratan, seperti data panjang.
Mengidentifikasi hardware dan software yang dibutuhkan untuk membuat sistem informasi manajemen yang efektif. Biasanya, sistem akan memerlukan landasan kuat database kustom antarmuka untuk karyawan interaksi, fitur-fitur built-in keamanan seperti password akses dan pelaporan. Menerbitkan sebuah dokumen persyaratan sistem yang menguraikan kebutuhan dan tujuan dari sistem awal. Meninjau proposal dengan eksekutif bisnis dan manajemen untuk memastikan hal itu akan memenuhi kebutuhan mereka.
Pembelian diperlukan perangkat lunak dan perangkat keras. Pilih peralatan yang memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi persyaratan awal dan memiliki potensi untuk ekspansi. Bekerja dengan staf pengembangan perangkat lunak yang mampu mengubah atau membuat perangkat lunak untuk memasukkan alur kerja pengolahan, data input layar, laporan harian dan analisis data ringkasan jangka panjang.
Menguji sistem. Selama pengembangan, jadwal sering sistem pengujian jadwal dan pos pemeriksaan proyek untuk memastikan kualitas, meminimalkan kesalahan dan menjaga proyek pada jalur. Tes ini membantu meminimalkan bug sistem dan memastikan kepatuhan terhadap spesifikasi proyek. Bila mungkin, meminta bantuan pengujian dari pengguna akhir sistem.
Meluncurkan sistem informasi manajemen dan mengadakan pelatihan. Pelatihan harus terjadi di semua tingkat bisnis untuk memastikan sistem sedang digunakan dengan benar. Hati-hati memonitor semua bagian dari sistem dan memperbaiki setiap bug atau masalah dengan cepat. Setelah sistem di tempat, menetapkan proses pemeliharaan sistem dan meninjau diinginkan upgrade dengan manajemen.

Pengelompokan sistem informasi berdasarkan kegunaannya:
1. Sistem yang mendukung operasi:
OAS (office automation system) sistem yang mengotomatiskan pekerjaan.
PCS (processing control system) sistem yang mengendalikan suatu proses.
TPS (transaction processing system) sistem yang memproses jalannya transaksi.

2. Sistem yang mendukung manajemen:
MIS (management information system) sistem yang menghasilkan informasi bagi manajemen.
DSS (decision support system) sistem yang mendukung keputusan manajemen.
EIS (executive information system) sistem yang digunakan untuk eksekutif.
Sistem-sistem lain yang berhubungan dengan sistem informasi:
BIS (Bussiness Information system) ; Sistem yang menginformasikan kegiatan/bisnis perusahaan.
SIS (Strategic Information system) ; Sistem yang digunakan untuk keunggulan strategi
ES (Expert system) ; Sistem yang digunakan untuk menggantikan keahlian/kepakaran tertentu.
EUCS (End user computing system) ; Sistem yang dikembangkan atau diorientasikan untuk keperluan pengguna.

Tingkatan Manajemen
1.Manajemen Tingkat Atas
Manajemen tingkat teratas dalam pengelompokan level manajemen system informasi yang memiliki pergerakan dan pemikiran yang srategis sebagai penunjang aktiviras dan konektivitas suatu organisasi atau perusahaan.

2.Manajemen Tingkat Menengah
Manajemen tingkat menengah dalam pengelompokan level manajemen sistem informasi yang memiliki pergerakan sebagai operaror, connector, acceptor, dan accelator. Yang bergerak pada bidang-bidang tertentu dalam menjalankan tugas masing-masing bagian.

3.Manajemen Pendukung
Suatu kelompok terdiri dari 2 orang atau lebih dalam suatu bidang pekerjaan di suatu organisasi atau perusahaan yang memiliki fungsi sebagai penggerak langsung dan penyaji produk berupa barang, jasa dan juga informasi. Staff berfungsi sebagai pendukung penuh pada kinerja manajement yang ada.

Tipe Keputusan
Keputusan Terstruktur
Keputusan terstruktur adalah keputusan yang berulang-ulang dan rutin, sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manajemen tingkat bawah.
Contoh dari keputusan, tipe ini misalnya adalah keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang dan lain sebagainya.

Keputusan Setengah Terstruktur
Keputusan setengah terstruktur adalah keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak tersruktur. Keputusan tipe ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan serta analisis yang terperinci.
Contoh dari keputusan tipe ini misalnya adalah keputusan membeli sistem komputer yang iebih canggih. Contoh yang lainnya misalnya adalah keputusan alokasi dana promosi.

Keputusan Tidak Terstruktur
Keputusan tidak terstruktur adalah keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
Tipe Informasi Manajemen
• Informasi pengumpulan data
• Informasi pengarahan perhatian
• Informasi pemecahan masalah

Informasi pengumpulan data merupakan informasi yang berupa akumulasi atau pengumpulan data. Informasi ini berguna bagi manajer bawah untuk mengevaluasi kinerja personil-personilnya.
Informasi pengarahan perhatian merupakan informasi untuk membantu manajemen memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang menyimpang, yang tidak efisien dan kesempatan-kesempatan yang dapat dilakukan. Informasi ini akan membantu manajemen menengah untuk melihat penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
Informasi pemecahan masalah merupakan informasi untuk membantu manajer atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Informasi ini biasanya dihubungkan dengan keputusan-keputusan yang tidak berulang-ulang serta situasi yang membutuhkan analisis yang dilakukan oleh manajemen tingkat atas

Sistem informasi manajemen merupakan pengembangan dari konsep sistem pengolahan data elektronik (electronic data processing/EDP), biasa juga disebut sebagai sistem pengolahan transaksi (transactions processing system/TPS), yang telah diterapkan sejak tahun 1950-an pada organisasi bisnis. Mulai tahun 1960-an, dengan adanya pengaruh dari perkembangan teknologi dan cara penggunaan komputer, konsep SIM mulai diperkenalkan. Kalau konsep EDP fokus pada data (transaksi) dengan penekanan lebih banyak ke masalah bagaimana mempercepat pengolahan data dan meningkatkan akurasi, maka konsep SIM fokus pada informasi dengan penekanan lebih banyak pada kualitas informasi. Pada perkembangan selanjutnya konsep SIM lebih disempurnakan dengan munculnya konsep-konsep baru, yaitu: sistem pendukung keputusan (decision support system/DSS), sistem otomatisasi perkantoran, sistem informasi eksekutif (executive information system/EIS), sistem ahli (expert system), sistem berbasis pengetahuan, serta sistem komunikasi dan kolaborasi.

1. APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
a. TPS (Transaction Processing Systems) : Transaction Processing System (TPS) adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. Transaction Processing System merupakan sistem tanpa batas yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lilngkungan eksternal. Transaction processing systems mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori. Transaction processing systems menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak, dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh SIM.
b. DSS (Decision Support Sistem) : Decision Support Sistem (DSS) adalah kelas dari sistem informasi terkomputerisasi yang mendukung aktivitas pengambilan keputusan. DSS adalah interaktif berbasis komputer sistem dan subsistem dimaksudkan untuk membantu pengambil keputusan menggunakan teknologi komunikasi, data, dokumen, pengetahuan dan / atau model proses keputusan untuk menyelesaikan tugas.
c. KWS (Knowledge work system) : Secara umum, KWS adalah orang yang memegang gelar universitas formal dan memiliki profesi, seperti insinyur, dokter, pengacara, dan ilmuan. Pekerjaan mereka terdiri terutama dari menciptakan informasi baru dan pengetahuan. KWS, seperti desain ilmiah atau teknik workstation, mempromosikan penciptaan pengetahuan baru dan memastikan bahwa pengetahuan baru dan keahlian teknis benar terintegrasi ke dalam bisnis.
d. EIS (Executive Information System) : adalah sistem computer-based yang membantu executive dalam mengakses data dan informasi untuk mengetahui suatu permasalahan, meneliti solusi yang akan diberikan, dan menunjukkan proses strategic planning.

EIS adalah alat yang menggunakan grafik berbase data web, untuk membantu memahami risiko, memperbaiki safety, dan mengatur bisnis.Executive Information System (EIS) adalah tipe dari Management Information System yang bertujuan untuk memfasilitasi, mendukung informasi serta pembuatan keputusan yang diperlukan oleh Senior Executive dengan menyediakan akses mudah dan relevan untuk informasi internal dan eksternal untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi.Dengan EIS, kita dapat menganalisa dan membandingkan ( spesialisasi, institusi, dan network) :
1. Pemesanan
2. Pembayaran biaya dan kerugian
3. Risk management issues
4. Detail kerugian
5. Caseloads
6. Data atual
d. OAS (Office Automation System) : merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktifitas pekerjaan. Istilah ini digunakan untuk menyamakan kegiatan administrasi yang banyak dilakukan pada pembuatan berbagai dokumen dengan istilah data processing (pengolahan data) yang digunakan pada kegiatan penyusunan informasi.
Otomatisasi adalah penggunaan mesin untuk menjalankan tugas fisik yang biasa dilakukan oleh manusia, Sedangkan Otomatisasi kantor (office automation atau OA) adalah semua system elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang berada di dalam maupun di luar perusahaan.

2. DAMPAK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Dampak Positif
1)Kebebasan dan kompetensi individual akan ditingkatkan
2)Kemajuan yang berikutnya akan memperkokoh ekonomi
3)Tawaran dari media akan menyajikan suatu rentang minat dan selera yang luas
4)Ikatan komunitas akan bertambah luas dan semakin erat hubungannya

Dampak Negatif
a.Data yang kita masukkan kedalam sistem informasi tidak sepenuhnya aman.
b.Membudayanya budaya massa dalam suatu komunitas masyarakat, dimana pola kehidupan yang dinamis ditimbulkan karena adanya keinginan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
c.Merebaknya kejahatan teknologi seperti pelanggaran hak cipta / pembajakan, cybercrime (kejahatan maya).

3.PENGENALAN E-COMMERCE
Menurut Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.
E-Commerce atau yang biasa disebut juga dengan istilah Ecom atau Emmerce atau EC merupakan pertukaran bisnis yang rutin dengan menggunakan transmisi Electronic Data Interchange (EDI), email, electronic bulletin boards, mesin faksimili, dan Electronic Funds Transfer yang berkenaan dengan transaksi-transaksi belanja di Internet shopping,
Menurut Kalakota dan Whinston (1997) dapat ditinjau dalam 4 perspektif berikut:
1.Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
2.Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang
menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
3.Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
4.Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.

Jenis-jenis E-Commerce
Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
1. Business to Business, karakteristiknya:
• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

2. Business to Consumer, karakteristiknya:
• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server.

Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.

Mantaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem transaksi adalah:
a. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.
b. Menurunkan biaya operasional (operating cost).
Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, beban gaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi
c. Melebarkan jangkauan (global reach).
Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.
d. Meningkatkan customer loyalty.
Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.
e. Meningkatkan supply management.
Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus ditingkatkan.
f. Memperpendek waktu produksi.
Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.

Pernyataan-pernyataan Onno W. Purbo di atas juga didukung oleh permyataan Laura Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London), yaitu:
a.Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.
b.Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
c.Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan otomatis.

4.PERKEMBANGAN E-COMMERCE
a.Perkembangan E-Commerce di Indonesia
Didalam perkembangannya E-Commerce memiliki tantangan-tantangan yaitu:
1)Kultur
Masyarakat Indonesia yang masih belum terbiasa dengan berbelanja dengan katalog.
Masih melihat secara fisik atau memegang barang yang akan dijual.
Masih senang menawar harga yang dijual.
2)Kepercayaan
Kepercayaan antara penjual dan pembeli masih tipis
Keperayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang.
Penggunaan masih jarang.
b.Perkembangan E-Commerce di luar Indonesia ( Internasional)
1.Menurut survey dari IDC, pertumbuhan E-Commerce di luar Indonesia mencapai 800%. Didunia maya sekarang terdapat lebih dari 2.100.000 image dan kurang lebih 128,3 juta exiting pages.
2.Menurut Survei yang dilakukan oleh So-Net (South Bourne Internet) tahun 2005 konsumen memebelanjakan diatas £ 80 Milyar ($ 143 Milyar) naik sebesar 22% dari tahun 2004 dari figur perbelanjaan online menurut suatu laporan dari Comscore Jaringan. [A7]

(34)

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.