Menggunakan Software Legal

ITB-Microsoft Campus Agreement

Komputer di kalangan civitas ITB memiliki peranan yang sangat fundamental. Saat ini hampir 99 % kegiatan akademik di lingkungan kampus ITB menggunakan perangkat komputer. Proses kegiatan belajar mengajar, penulisan laporan, penelitian, sistem informasi, administrasi, analisis, sebagian besar menggunakan perangkat komputer sebagai perangkat utamanya.

Software Legal ITB

Dengan penggunaan komputer yang demikian padat, penggunaan software pun turut melonjak. Ragam software digunakan oleh segenap civitas akademika ITB sangat banyak. Sebut saja Microsoft XP SP2 sebagai sistem operasi, Microsoft Office untuk membuat dokumen (Ms Word), menganalisa data (Ms Excel), membuat presentasi (Ms Power Point), Database (Ms Access), Graphic Design (Ms. Publisher, Ms Visio), manajemen proyek (Ms. Project), membuat program (Ms Visual Studio), membuat database enterprise (SQL Server).

Namun dengan harga lisensi yang sangat mahal, khususnya untuk komunitas akademik, maka dengan terpaksa software-software tersebut digunakan secara illegal. Hal ini diketahui saat komputer pengguna software ilegal tersebut mengakses internet. Serta merta software bersangkutan akan mencoba untuk meng-update dengan melakukan koneksi secara otomatis pembuat software. Akibatnya cukup fatal, karena software tersebut dikenali sebagai software bajakan.

Untuk menghindari hal tersebut, ITB bekerja sama dengan Microsoft untuk penyediaan lisensi untuk penggunaan semua software yang dibuat oleh Microsoft dalam lingkup ‘Campus Agreement’. Program ini dimulai sejak tahun 2003, dan diperuntukkan bagi seluruh civitas akademika ITB yang terdiri dari mahasiswa ITB, dosen ITB, staf Unit Kerja, Manajemen, serta pendukung ITB. Penggunaannya pun tidak hanya untuk komputer di lingkungan ITB, tetap juga untuk penggunaan di rumah dan kantor.

Dengan mendaftarkan diri di unit sumber daya informasi (usdi) ITB, atau di ComLabs USDI-ITB, maka segenap civitas akan mendapatkan lisensi untuk menggunakan software asli Microsoft dengan keuntungan antara lain :

  • Tidak perlu lagi membajak produk Microsoft
  • Update produk secara berkala
  • Akses pada lebih dari 90 CD produk lain seperti Electronic Guides, Patches, dan Multilingual options (berdasarkan permintaan)

Setiap civitas yang mendaftarkan diri, akan mendapatkan sertifikat lisensi, dan stiker. Lisensi tersebut dapat diperbarui setiap tahun. Sehingga penggunaan software dengan instalasi dari CD Microsoft asli tersebut dapat menjamin pengguna dari aspek legalitas. Dan untuk melihat keaslian software Microsoft Anda, dapat dilihat di http://www.microsoft.com/indonesia/genuine/

Software Opensource

Ada cara lain bagi yang berminat untuk memberantas pembajakan. Yaitu menggunakan software-software berlisensi publik (GPL). Ada banyak software publik yang bisa digunakan. Keberadaan software ini dapat diperoleh dengan cara mendownload dari internet. Software ini dikenal dengan software opensource.

Software open source adalah software yang menyertakan kode sumber (source code) dalam pendistribusiannya kepada umum. Sehingga, setiap orang bebas memodifikasi software tersebut dan menyebarluaskan kembali hasil modifikasinya baik secara gratis maupun komersial namun harus tetap menyertakan source code yang telah dimodifikasi tadi.

Dengan metoda seperti ini, software yang bersifat open source dapat berkembang sangat cepat karena setiap orang di belahan dunia manapun dapat mengembangkannya sesuai dengan keinginan dan kreativitasnya masing-masing. Produk-produk open source yang telah digunakan di ITB saat ini terutama adalah produkproduk berbasis *NIX (Unix,Linux dan sejenisnya) baik sistem operasinya maupun aplikasi-aplikasi yang berjalan diatasnya. Sebagian besar komputer server di ITB menggunakan sistem operasi FreeBSD.

Selain istilah open source, terdapat istilah lain yaitu Free Software. Sebenarnya kedua istilah ini memiliki pengertian yang hampir sama namun tidak identik. Free software adalah software yang membebaskan setiap penggunanya untuk me-run, meng-copy, mendistribusikan, mempelajari, merubah dan melakukan penambahan/perbaikan terhadap software tersebut. Karena free software adalah software yang memungkinkan penggunanya untuk mempelajari software tersebut maka prasarat agar software ini dapat dipelajari adalah disertakannya kode sumber software tersebut (sama seperti software open source)

Perbedaan antara open source dan free software ialah open source dapat berupa software yang berlisensi atau bebas sama sekali dengan tetap menyertakan kode sumbernya sedangkan free software berupa software bebas. Biaya distribusi baik untuk open source ataupun free software dapat dikenakan ataupun tidak.

Sebenarnya perbedaan antara open source dan free software tidak hanya seperti yang dipaparkan diatas. Namun, open source dan free software memiliki perbedaan yang cukup kompleks. Perbedaan itu terjadi karena kedua pengertian software ini menggunakan filosofi dan pendekatan yang berbeda. Untuk lebih jelas, pengertian open source dapat dilihat di alamat http://www.opensource.org dan pengertian free software dapat dilihat di alamat http://www.gnu.org/.

(bahan : Modul WTIK 2006 ComLabs USDI-ITB)

(392)

Tags: , , , , , , , ,

Comments are closed.